Angel sedang membereskan kamar-kamar tidur di rumahnya dan akan membereskan kamar Paul, anak semata wayangnya yang baru berusia 14 tahun. Ketika ia membuka pintu kamar Paul, anaknya, ia terkejut karena kamar Paul sangat rapi. Bahkan ranjangnya pun seperti tidak ditiduri semalaman. Ketika ia melihat ke atas meja belajar Paul, ia melihat sebuah amplop bertuliskan "Untuk Mama Angel yang Terkasih".
Seketika itu juga pikirannya langsung kalut menduga-duga apa yang terjadi pada anaknya. Dengan takut-takut dan mulai menangis perlahan dan tangan gemetar ia membaca surat tersebut.
Mama Tercinta,
Paul merasa sangat sedih karena harus menulis surat ini. Paul sedang jatuh cinta sama Clara, pacar Paul yang baru. Sekarang Paul akan kawin lari dengan Clara, dan tidak akan bertemu lagi dengan mama Angel dan papa Charles. Paul telah menemukan cinta sejati Clara benar-benar gadis yang sempurna buat Paul, ma. Tapi Paul tahu kalau mama Angel & papa Charles tidak akan setuju punya menantu Clara karena dia memakai tindik di hidungnya dan lidahnya. Mama dan papa juga tidak akan suka dengan tato-tatonya di leher, perut, punggung, dan pahanya. Dan mama juga pasti benci dengan gaya berpakaiannya yang seksi. Paul rasa, soal usia pasti tidak masalah karena mama selalu bilang bahwa cinta tidak mengenal usia. Umur Clara dan Paul cuma beda 26 tahun kok, ma. bersama dengan Clara.
Tapi yang membuat Paul bahagia adalah bahwa Clara sudah hamil 3 bulan, ma. Ia juga sangat gembira karena anak akan membuat kami lebih dekat selamanya. Kami berencana mempunyai 11 orang anak dan kami akan tinggal di pedalaman Papua.
Clara telah menyadarkan Paul akan kenyataan bahwa ternyata ganja sebenarnya menyenangkan. Kami berencana menanam pohon ganja sendiri dan akan menjualnya pada anak-anak muda tetangga kami. Sementara itu, kami juga berharap obat AIDS cepat ditemukan, supaya Clara bisa sembuh. Kasihan sekali dia. Jangan khawatir, ma. Paul kan udah 14 tahun dan bisa menjaga diri sendiri.
Semoga suatu hari kami bisa berkunjung ke rumah, jadi mama bisa mengenal cucu mama nanti. Dengan penuh rasa cinta, Anakmu, Paul
N.B.
Mama, semua yang tertulis di atas itu bohong. Sebenarnya Paul menginap ke rumah Sukimin. Paul cuma ingin memberitahu mama bahwa ada banyak hal yang jauh lebih parah dalam hidup daripada hanya sekedar buku raportku yang ada di laci tengah.
Aku cinta mama, Telepon aku ya ma, kalau sudah aman.
WAKAKKAKAKAKAKA. ..Kira kira gimana ya kalo anak anda kaya si Paul?
***Bagi yang bernama sama, mohon maaf. Daripada marah, lebih baik ketawa sama-sama kan? hehehe...***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar